Senin, 25 Desember 2017

Tiba-tiba Aku Bosan Mengingatmu

Melupakanmu adalah jalan panjang yang kutempuh sendiri
Kamu, 
Seseorang yang membawa diriku pergi,
Semoga kamu bahagia dengan segala hal yang sudah kamu buat luka.
Semoga langkah baik selalu menyertaimu.
Maaf,
Untuk beberapa hal yang kamu rusak dari hidupku tak pernah kurelakan untukmu.
Aku tidak bisa melupakan begitu saja,
Jika nanti, semesta bercanda dan mempertemukan kita lagi.
Segeralah menghindar, sebab bagiku kamu tidak lagi sesuatu yang menarik meski rindu tak sepenuhnya memudar.
Kamu seharusnya tahu;
Menyakiti seseorang berisiko dilupakan sampai akhir hayatnya.
Jika kita bertemu lagi, berpura-puralah untuk tidak mengenali.
Sebab setelah pergimu, luka di hatiku terasa lengkap dan tergenapi.
Aku pernah bersabar sepenuh hati.
Lama aku gemetar bertahan sendiri.
Aku kehilangan diriku begitu lama, menjadi asing dengan yang aku punya.
Aku harus melangkah pelan-pelan, agar tak jatuh dan bisa tetap sampai ke tujuan.
Itulah alasan sederhana aku tidak ingin lagi bertatapan dengan matamu di hari depan.
Aku takut, jatuh di lubang yang sama dengan luka yang sama.
Rasa sedih ini butuh waktu panjang untuk pulih kembali.
Tetaplah menjauh, 
Agar hidupku bisa kujalani dengan seharusnya lagi.

#revisi Boy Candra

Resah


Di suatu detik di saat hatiku mulai teringat dia, di saat itu pula keresahan hinggap di hati.
Di saat itu pula fikranku diluputi kebingungan.
Iya, memang. Jatuh cinta sebelum menikah adalah ujian.
Iya, memang. Aku masih belum bisa membuka hati untuk dia yg lain.
Aku yang masih subjektif, aku yang masih mendahulukan ego.
Sungguh ini bukan mauku,
Sering aku memohon kepada Rabb-ku untuk menghilangkan rasa ini, rasa yang jika terus dirasa akan mengumpulkan lebih banyak dosa.
Aku ingin memiliki cinta yang indah dalam hati. Cinta yang akan menghadirkan cinta-Nya pada kami berdua.
‘move on’ suatu kata yang mudah dikatakan tapi sulit untuk dilaksanakan.

Sungguh aku ingin perasaanku seperti dulu lagi, seperti sebelum dia datang dalam mimpiku~
-sekian-

Jumat, 22 Desember 2017

Sematan Sederhana

@retno.alkhonsah
Tidak Lagi Objektif
Sampai detik ini aku masih belajar menetralkan hati dan perasaan atas diriku, agar lukaku tak semakin menganga.
karena... hmm iya, aku masih terlalu lemah dalam urusan hati. aku bisa memendam namun,
ah.. sudahlah Allah sudah obati luka ku ini tanpa dendam meski berbekas.
aku belum pernah menangis di hadapan Rabb-ku hingga terbit fajar dan sekeras itu. akan ada banyak surprise dari Allah setelah adanya ujian hidup. akan ada solusi yg tak pernah terfikir oleh fikiran manusia di setiap episode sekenario klimaks-Nya.
percayalah Allah tidak mungkin membiarkan hamba-Nya sengsara di sepanjang hidupnya.


@retno.alkhonsah
Belajar Yakin
Jika bukan dia, mungkin akan ada pengganti yg lebih baik.
tidak bisa dipungkiri akan ada satu nama yg sering kita sebut dalam gema doa yg indah.. percayalah dan bersabarlah, bahwa Allah pasti kabulkan doa-doa kita.
doa yg kita lantunkan dengan lirih nan syahdu tidak lupa disertai dgn rintihan dan isak tangis di malam yg sunyi..
jika yg kita inginkan blm juga Allah kabulkan, mungkin Allah sedang siapkan yg terbaik untuk kita.
atau mungkin doa kita yg terlalu memaksa atas kehendak-Nya.


@retno.alkhonsah
Suara Hati
bagi saya teori itu lebih mudah daripada praktiknya. "bersegeralah istighfar ketika proses maksiat itu berlangsung"
terkadang kita sadar kesalahan yg sudah kita perbuat. hanya saja kita sulit untuk berpindah karena kita sudah nyaman dengan kemaksiatan yg kita kerjakan.
tapi, coba lihat beberapa menit kemudian atau bahkan beberapa jam kemudian. rasa sesal dalam hati pun akan muncul.
jika memang seperti itu adanya, kita atau bahkan saya, bukan termasuk orang-orang yg bersabar dalam menjauhi kemaksiatan melainkan termasuk orang-orang yg sadar setelah melakukan kemaksiatan.

Rabu, 13 Desember 2017

Sayup-Sayup Doa

Yaa Robb, Yaa Illahi Robbii..
Yaa Rahman,Yaa Rahim..
Yaa Allah Engkaulah Sang Pemilik Cinta, Engkau Yang Maha Berkuasa,
Engkau Dzat pembuat skenario terindah.. Engkau Yang Maha Menyatukan,,
Yaa Muqollibal Quluub, Yaa Allah Engkaulah Sang Pembolak-balik hati,
Engkau sang Maha Kasih Dan Cinta..

Yaa Rabb, pada kesempatan ini Hamba ingin memohon pada-Mu, memohon pertolongan dari-Mu,
karena Hanya kepada-Mu lah hamba meminta dan memohon pertolongan..
yaa Rabb, Mohon Ampun, hamba-Mu ini sudah berusaha Taat pada-Mu dan Kedua Orangtua-ku..
dan juga berusaha mengamalkan Sunnah-Sunnah dari Rasul Utusan-Mu..
dan hamba juga ingin mengamalkan sunnah yang dikerjakan oleh Utusan-Mu, yakni menikah yaa Rabb..

Yaa Rabb, hamba sudah berikhtiar, hamba juga sudah menjalani taaruf..
Maka perkenankanlah Yaa Rabb, untuk hamba bisa bersanding dengannya..
Maka beri hamba kesempatan untuk bersanding dengannya Yaa Rabb.,
Perkenankanlah hamba menemaninya Yaa Rabb, menemaninya di dunia dan di syurga-Mu yaa Rabb..
Yaa Rabb, izinkanlah untuk hamba menuju ke jenjang pernikahan yaa Rabb..
Hamba sudah berusaha memantaskan diri untuk menikah di hadapan-Mu yaa Rabb.. Maka perkenankanlah Yaa Rabb..
Yaa Rabb, hamba memilihnya bukan hanya sekedar hamba mencintainya yaa Rabb, Namun hamba yakin ketika Engkau takdirkan hamba hidup bersamanya, Engkau dan Syurga-Mu terasa lebih dekat dengan ku yaa Rabb Yaa Arhamarrahimin..

Senin, 11 Desember 2017

Kita Perlu Duduk Sendiri

Duduk sendiri di sini bukan hanya sekedar duduk dengan pikiran kosong atau justru sekedar memikirkan sesuatu yang tidak seharusnya dipikirkan. Tapi duduk sendiri di sini adalah merenungkan apa saja amal ibadah yang sudah kerjakan, tentu juga bukan seberapa banyak amalan yang kita kerjakan melainkan amalan apa saja yang sudah kita kerjakan dengan konsisten atau bahasa lainnya yakni dengan istiqomah.

Kita perlu memiliki amalan rahasia yang hanya diri kita saja yang mengetahui, termasuk merahasiakannya dari keluarga kita sendiri. Apakah antum pernah mendengar kisah tentang pelayan restoran di daerah makah atau madinah saya lupa tepatnya dimana, tapi ini kisah nyata yang saya ketahui dari buku Syekh Ali Jaber yang berjudul Cahaya Madinah. Di buku itu diceritakan bahwasannya ada seorang Syekh bermimpi bertemu Rasulullah SAW yang isi mimpinya Rasulllah menitipkan salam untuk si Pelayan Restoran bahwasanya dia dinantikan Rasulullah di Surga, mimpi itu hadir sampai tiga kali hingga akhirnya syekh tersebut memutuskun untuk mencari dan menemui pelayan restoran tersebut. Dalam mimpinya Rasulullah memberikan alamat lengkap dari pelayang restoran yang Rasulullah makzudkan.

Dalam bayangan syekh tersebut, si pelayan restoran itu adalah seseorang syekh yang benar-benar alim. Namun pada kenyataannya setelah diketemui sang syekh, penampilannya biasa saja dan dan dia bukan seorang syekh bahkan berhaji pun belum. Hingga sang syekh pun sempat bertanya sampai beberapakali untuk memastikan apakah dia adalah benar-benar orang yang Rasulullah makzudkan.
Ketika sang syekh menyampaikan pesan dari Rasulullah kepada pelayan restoran tersebut, seketika si pelayan restoran pinsan karena mendengar pesan dari Rasulullah SAW. Setelah pelayan itu tersadar dari pinsannya, Syekh bertanya “amalan apa yang ia kerjakan selama ini hingga ia ditunggu Rasulullah di Syurga yang padahal dia hanya seorang pelayan restoran biasa”. Si pelayan pun menjawab dengan syarat untuk merahasiakan identitas dari dirinya, ternyata amalan yang ia kerjakan adalah shodaqoh kepada anak-anak yatim dan orang-orang yang tidak mampu. Ia menyisihkan separuh dari  gajinya untuk mereka yang lebih membutuhkan dan tanpa sepengetahuan istri dan keluarganya. Masyaa Allah..


Semoga kita dapat memetik hikmah dari kisah nyata di atas, aamiin. (tidak cukup sekedar mengucap Aamiin namun perlu sekali untuk kita mengamalkannya.)

Rabu, 22 November 2017

Cukup Al-quran Yang Menjadi Pelipur Laraku

Allah tidak pernah kehabisan cara untuk membahagiakan hamba-Nya.
dan tidak pernah pula kehabisan cara untuk menyatukan yg memang ditakdirkan bersama, begitu sebaliknya.

mungkin lelahku ini kurang Lillah, atau mungkin juga doa2-kuselama ini terlalu memaksa akan kehendak-Nya. atau bahkan niat dan tujuan-ku yg perlu direvisi.

memantaskan diri bukan hanya soal ingin mendapat sosok yg diinginkan, tapi memantaskan diri itu akan terus berproses sampai kita disatukan bahkan hingga Allah Subhanahu Wata'ala menyuruh untuk kita pulang ke pangkuan-Nya.

Maaf jika selama ini aku kurang menjaga sikap atau pun akhlak yg keluar dari batas kelayakan seorang muslimah. maaf juga karena aku terlalu lemah dalam mengelola sebuah hati.

tunggu, tunggu aku.. sebentar saja.
akan aku siapkan hati dan keprofesionalan diriku sampai aku benar-benar layak untuk menjadi bayangan tiap langkahmu.

biar aku pergi dari ketidakpastian ini.
aku tidak ingin berlarut-larut dalam hal ini. sekarang hanya surat cinta-Nya yg menjadi pelipur lara hati ini.

Membangun Barikade

Darah muda, darahnya para remaja begitu kata Bang Rhoma. pemuda itu biasanya dikenal karna ambisinya yang besar, absorbsinya yang tinggi, d...