Allah tidak pernah kehabisan cara untuk membahagiakan hamba-Nya.
dan tidak pernah pula kehabisan cara untuk menyatukan yg memang ditakdirkan bersama, begitu sebaliknya.
mungkin lelahku ini kurang Lillah, atau mungkin juga doa2-kuselama ini terlalu memaksa akan kehendak-Nya. atau bahkan niat dan tujuan-ku yg perlu direvisi.
memantaskan diri bukan hanya soal ingin mendapat sosok yg diinginkan, tapi memantaskan diri itu akan terus berproses sampai kita disatukan bahkan hingga Allah Subhanahu Wata'ala menyuruh untuk kita pulang ke pangkuan-Nya.
Maaf jika selama ini aku kurang menjaga sikap atau pun akhlak yg keluar dari batas kelayakan seorang muslimah. maaf juga karena aku terlalu lemah dalam mengelola sebuah hati.
tunggu, tunggu aku.. sebentar saja.
akan aku siapkan hati dan keprofesionalan diriku sampai aku benar-benar layak untuk menjadi bayangan tiap langkahmu.
biar aku pergi dari ketidakpastian ini.
aku tidak ingin berlarut-larut dalam hal ini. sekarang hanya surat cinta-Nya yg menjadi pelipur lara hati ini.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Membangun Barikade
Darah muda, darahnya para remaja begitu kata Bang Rhoma. pemuda itu biasanya dikenal karna ambisinya yang besar, absorbsinya yang tinggi, d...
-
quraners : Segala puji bagi Allah, Azza wa jalla, yang telah menurunkan AlQur’an sebagai tanda cinta untuk semesta alam. Dengannya All...
-
Allah tidak pernah kehabisan cara untuk membahagiakan hamba-Nya. dan tidak pernah pula kehabisan cara untuk menyatukan yg memang ditakdirka...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar