Sabtu, 28 April 2018

Membangun Barikade

Darah muda, darahnya para remaja begitu kata Bang Rhoma. pemuda itu biasanya dikenal karna ambisinya yang besar, absorbsinya yang tinggi, dan idenya yang cemerlang. 
Mengapa penting membangun barikade dalam diri pemuda ? karena ya itulah pemuda dengan segudang potensinya jika tidak dijalakan dengan hal-hal positif maka akan merusak prosesor pemuda itu sendiri.

Memang barikade dalam kamus Bahasa Indonesia berarti penghalang tapi hanya sementara. Lalu mengapa judul tulisan ini tidak Membangun Benteng saja ?
begini lho anak muda, barikade itu ibarat puasa atau bisa dianalogikan dengan menahan nafsu sendirian. jelas ini akan mudah roboh kan ? karna menjadi baik sendirian itu sulit pengistiqomahannya.

Sedangkan benteng ibarat mitsaqol gholidzo, iya sama halnya dengan menikah. tentu itu akan sulit untuk dirobohkan, karna itulah pentingnya kebersamaan dalam taat. bukankah kata Rasul Muhammad SAW "wahai anak muda, menikalah jika engkau sudah mampu...."
jika belum mampu ? yah sudah, bangun saja Barikadenya. mudengkan sampai sini ?

Selasa, 10 April 2018

Ikhlas

Mulai sekarang, aku harus benar-benar mengikhlaskanmu, karena perasaan rinduku terhadapmu belum saatnya..
Malam ini kulakukan lagi, menelusurimu di media sosial. 
Kali ini bukan di akunmu, melainkan akun saudaramu..
Maafkan aku, yang lagi-lagi sulit untuk melupakanmu..
Sekali lagi, ini bukan mauku, maafkan aku..

Kau tau bagaimana rasanya menjadi diriku ?
Apakah kau ingin merasakannya, wahai engkau lelaki yang selalu kusebut dalam bait doaku ?
Aku ingin tahu apa yang kau rasa dan ingin engkau tau apa yang aku rasa, aku tau ini tak mudah bertukar sandi akun facebook..
Hatiku peka ketika melihat apa-apa yang terlibat dengan dirimu..
Meski aku sudah tidak berteman denganmu di media sosial tapi aku masih berteman denganmu dalam dzikir malamku..
Entah dengan apalagi aku harus melupakanmu,
Mungkin cara terakhir ini adalah cara yang paling Allah senangi,
Yaitu mengikhlaskanmu...

#RetnoAlkhonsah

#OTWmoveon


Selasa, 13 Maret 2018

TIPS MENGHAFAL AL-QUR’AN DARI UST. DEDEN MAKHYARUDDIN ALHAFIDZH


Segala puji bagi Allah, Azza wa jalla, yang telah menurunkan AlQur’an sebagai tanda cinta untuk semesta alam. Dengannya Allah menunjukkan hati manusia pada jalan keimanan. Maka adakah hati kita menyambut cinta yang Allah turunkan dari langit untuk bumi itu?
Jika engkau bertanya untuk apa hati(Qalbun) itu diciptakan? maka jawabannya adalah untuk menyimpan asma Allah dan menyimpan ayat-ayat Al-Qur’an. 
Berikut ini Tips Menghafal Al-Qur’an oleh Ustadz Deden Makhyaruddin Al hafidzh untuk memudahkan kita dalam menghafal Al-Qur’an:
1. Menghafal itu tidak harus hafal, yang penting menghafal
       Maksudnya niatkan menghafal sebagai sarana meraih ridho dari Allah agar bagaimana caranya Allah cinta dengan kita melalui kegiatan menghafal Al-Qur’an itu. Alokasikan waktu khusus untuk menghafal, jika ternyata belum hafal dalam waktu yang ditentukan tidak masalah, yang penting tetap istiqomah dalam usaha menghafal. Misalnya dengan mengalokasikan waktu khusus satu jam setiap hari untuk menghafal.  
2. Menghafal itu bukan untuk diburu-buru, juga bukan untuk ditunda-tunda
      Nikmati setiap proses menghafal. Jangan terburu-buru tetapi juga jangan ditunda-tunda. Syarat menghafal tidak harus muda, sebagaimana syarat mati tidak harus tua.
3. Menghafal Al-Qur’an bukan untuk khatam
      Jadikan kegiatan menghafal Al-Qur’an sebagai sarana untuk lebih dekat dengan Allah. Jangan menghafal untuk sekedar mengejar khatam, tetapi niatkan untuk hidup setia bersama Al-Qur’an.
4. Senang dirindukan oleh ayat
      Seharusnya orang yang menghafal qur’an lebih banyak bersyukur. Karena segala sesuatu yang terjadi ketika menghafal Al-Qur’an adalah nikmat. Sebagai contoh ketika sulit sekali menghafal suatu ayat atau surat, maka seharusnya bersyukur itu tanda ayat atau surat tersebut betul-betul kangen dengan kita sehingga ia ingin kita terus mengulanginya sampai benar-benar hafal.
5. Menghafal sesuap-sesuap
       Kapasitas orang dalam menghafal tentu berbeda-beda. Agar menghafal tidak cepat lelah dan tidak cepat bosan pastikan ukurannya sesuai dengan kapasitas diri. Misal dengan mengukur kekuatan daya ingat sekali membaca atau melihat ayat. Ada yang lebih nyaman jika menghafal setengah baris atau beberapa kata dalam sekali comot. Tapi ada juga yang lebih atu kurang dari itu. Yang penting sesuaikan dengan kapasitas diri.
6. Fokus pada perbedaan, abaikan persamaan
        Ada banyak ayat dalam Al-Qur’an yang merupakan perulangan. Ada yang benar-benar sama kalimatnya. Ada yang sama tapi berbeda di ujung ayatnya. Nah untuk yang mirip-mirip atau sama fokuskan ada perbedaan yang ada pada ayat tersebut ketika menghafal. Semisal dengan fokus potongan kata(mufrodat) pada ayat sebelum atau ayat lanjutan dari ayat tersebut.
7.  Mengutamakan durasi untuk muroja’ah(mengulang hafalan)
         Utamakan muroja’ah, bagian ternikmat menghafal AL-Qur’an ada pada bagian muroja’ahnya.
8.  Pastikan hafalannya sudah bertajwid
         Maksudnya pastikan bacaan Al-Qur’annya sudah benar dan memenuhi kaidah tajwid yang baik. Banyak orang melewatkan hal ini dan menganggap cara ini justru akan memakan waktu lebih lama untuk menghafal. Padahal justru hafalan yang sudah bertajwid akan mempercepat proses menghafal Al-Qur’an itu sendiri.

Masjid Al-Falah Surabaya
(via andinavika)

Self Reminder

Cukuplah satu ayat yang terlupa dari hafalan yang ada sebagai teguran keras dari Allah pada diri seorang penghafal Al-Qur’an. Teringat akan wejangan ustadz bahwa Al-Qur’an itu suci dan hanya mau melekat di hati orang-orang yang suci (selalu berusaha menjaga kesucian diri dari dosa dan kesalahan). Al-Qur’an itu sensitif dan sangat cemburu ketika ia tak lagi jadi prioritas dan tidak dijaga dengan baik.
Hafalan yang benar-benar lancar tanpa cacat akan sangat terasa nikmatnya ketika kegiatan muraja’ah atau mengulang hafalan. Lalu bagaimana seandainya yang terlupa tidak hanya satu atau dua ayat, tapi satu atau dua juz bahkan lebih? Seakan-akan hafalan tersebut hilang visualisasinya dalam memori saat lisan tak lagi bisa melantunkannya secara refleks. 
Cukuplah itu sebagai tanda bahwa ada yang salah dengan perilaku kita, ada yang salah dari manajemen waktu dan kesibukan, ada malam yang mungkin sering terlewatkan dari kegiatan menjaga Al-Qur’an, ada hati yang sering terlenakan, ada frekuensi muraja’ah dan tilawah yang tak berimbang, dan mungkin ada dosa dan kesalahan yang dilakukan. Evaluasi diri dan segera lakukan perbaikan bagaimanapun caranya agar Allah mengembalikan lagi kepercayaanNya pada diri kita.

Karena menghafal adalah sebuah proses perjuangan, ia tidak mungkin bisa diperjuangkan dengan ala kadarnya. Kenapa berjuang itu manis? Karena ada niat yang harus senantiasa diluruskan dan diperbarui, ada pengorbanan yang harus terus dilakukan, juga ada cinta yang selalu meminta untuk dibuktikan.
Ya Allah jika nanti telah habis masa kami di dunia ini, ingin rasanya diri ini engkau panggil dalam kondisi husnul khatimah, dengan simpanan ayat-ayat Al-Qur’an yang sempurna, teramalkan, lagi terjaga dengan baik.


Self reminder
©Quraners 

Selasa, 06 Maret 2018

Hati-Hati Lisanmu Kawan

Saudariku
Jangan sibuk memaksakan kehendakmu
Pilih yang kanan maupun yang kiri dalam memakai jas dokter
Tetaplah mereka saudaramu sesama muslim
Mungkin engkau menghukumi cadar itu wajib atau sunnah
Namun bisa jadi saudaramu mengikuti yang mubah
Mungkin engkau mengikuti hukum musik haram
Tapi jika saudaramu mengikuti yang makruh atau yang mubah
Maka jangan kau paksakan pendapatmu
Mungkin engkau mengikuti hukum foto itu haram
Maka jangan kau paksakan saudaramu yang mengikuti makruh atau mubah
Dakwah itu tidak sebatas
Koar-koar musik haram dan upload foto haram
Lalu kau paksakan saudaramu yang berbeda
Agama itu juga tentang akhlaq dan adab
Dan dakwah pun ada ilmu dan juga tahapannya
Dakwah juga tak bisa terburu-buru
Dengan cara memberondong saudaramu dengan dalil
Menjejali saudarimu dengan puluhan fatwa pilihanmu
Kemudian mencaci, mencela, menghibah dan memboikot saudaramu
Hanya karena beda pendapat dengan dirimu
Setiap kita punya pilihan hidup yang berbeda
Karena latar belakang yang berbeda pula
Dan keadaan hidup yang tidak sama diantara kita
Mengapa dan untuk apa kalian memaksa mati-matian
Hingga terjerumus dalam penghinaan hanya karena beda pendapat
Ada yang salah dengan hatimu wahai saudaraku
Jika memang karena agama Allah
Maka caramu memaksa adalah salah
Allah saja menyatakan tidak ada paksaan dalam beragama
Lalu mengapa kalian sibuk mengganggu orang lain
Hanya karena ingin memaksakan pendapat yang kalian anut
Lihatlah disana masih banyak kaum lemah yang bisa kau tolong
Itu juga bisa jadi dakwah bil haal
Masih banyak yang tidak makan dan sakit parah
Datanglah dengan hartamu... Itu juga dakwah bil maal
Dakwah bukan dengan lisan keji dan mencaci maki
Merawat, menyantuni mereka yang lemah itu juga bagian dakwah agar mereka kembali beriman dan beribadah kepada Rabbunaa
Bersabar merangkul dan mendoakan mereka yang tertatih dan jatuh bangun dalam berhijrah itu juga bagian dakwah
Marilah berdakwah dengan ilmu, penuh hikmah dan welas asih
Sabarlah dalam dakwah
Penuh cintalah dalam dakwah



dr. Ferihana Ummu Sulaym @dokterhana
Mudarrisah di Madrosah Uwais Al Qarniy
Belajar Bahasa Arab Gratis Yogyakarta
Rumah Sehat Muslim dan Dhuafa Yogyakarta




Rabu, 28 Februari 2018

Tips Ngilangin Jerawat dan Bekasnya

Assalaamualaikum ukhtuna sholcan..
Kali ini aku bakal bagi-bagi tips gimana cara ngilangin jerawat, this is base on the pengalaman lho yah, yang udah aku praktekin ke wajah aku sendiri. Curhat dikit nih yah guys pekan ini baru aja aku punya jerawat separah ini padahal dari awal puber sampe kuliah jarang banget punya jerawat di wajah, dan  akhirnya aku kesel bgt. i know pasti antum juga kesel kan ? heu heu. Oke sebelum aku njabarin tips cara ngilangin jerawat kuy simak faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya jerawat:
1.   Minyak berlebihan
Nah tips aku kalo yang punya wajah berminyak  harus siap sedia bawa sikecil di bawah ini nih

Yups kertas minyak untuk wajah, bukan kertas minyak buat dipake bungkus nasi lho ya -,-
2.   Stress
Pernah kan pas ujian atau pas lagi sibuk-sibuknya jerawat bermunculan ?

3.   Faktor Keturunan.
Nah.. Biasanya karena orang tuanya berjerawat, maka hal ini bisa meningkatkan resiko anaknya juga mengalami masalah serupa.
Dari 3 penyebab di atas aku ambil kesimpulan jerawat timbul karena lemak berlebih atau adanya bakteri intinya mah karena kondisi wajah yang kotor, iye keun guys ?
Nah jeng jeng jeng..
Kuy simak Tips menghilangkan jerawat:
1.    Dengan menggunakan Jeruk nipis
Jeruk nipis kaya vitamin C, yang sangat baik digunakan untuk mengobati jerawat, jeruk nipis berkhasiat mengecilkan jerawat dengan cepat.

tapi inget ya guys, syaratnya harus menggunakan Jeruk nipis yang masih segar, selain itu jangan menggunakan jeruk nipis pada kulit yang sensitif.

Cara penggunaan:

a.   Sediakan 1-2 buah jeruk nipis/lemon segar
b.   Lalu peras jeruk nipis/lemon dan taruh airnya pada wadah
c.    Lalu basuh air jeruk nipis/lemon tersebut pada wajah yang berjerawat, basuh menggunakan kapas
d.   Hati-hati dalam melakukannya, jangan sampai kena mata, lakukan ini sebelum tidur malam.
2.   Pepaya atau mangga yang tidak terlalu matang dan mentah
Penggunaan masker yang disarankan karena aman, yaitu menggunakah bahan-bahan dari alam, yang tidak menimbulkan efek samping, seperti resiko yang sering terjadi pada penggunaan bahan-bahan yang terbuat dari kimia.

Bahan alami ini seperti pepaya, yang dapat mencerahkan wajah dan menghilangkan jerawat yang menempel pada wajah.

Cara menggunakannya, tinggal menghaluskan pepaya yang sudah disediakan aja ya guys. Kemudian oleskan pada wajah secara merata, lalu diamkan kurang lebih 15 menit. Setelah itu basuh dengan air hangat hingga bersih. (khusus Mangga direbus sampe bonyok ya guys
J)

3.   Es Batu
Es batu mampu meningkatkan sirkulasi darah di area sekitar jerawat, yang juga dapat mengecilkan pori-pori pada kulit, hingga menghilangkan kotoran pada kulit dan minyak berlebih di wajah. Caranya:

1.          Siapkan es batu secukupnya saja
2.         Lalu bungkus menggunakan kain bersih
3.         Tempelkan di bagian yang ada berjerawat
4.         Anda bisa tahan selama beberapa menit, lalu lepaskan.
5.         Apabila memang tidak kuat menahan rasa dinginnya maka segera lepaskan, jangan dipaksakan.
6.         Anda bisa menulanginya berkali-kali, sekitar 10 kali atau lebih


Selasa, 20 Februari 2018

Renungan Kematian


Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgy7T43POrLlBr-JR-K3wy6d08CbufLho7zNmPaiVydIkVB8zcH2_P5O-AOWT6a1bun3Rl3RviNU_bYH7yvtYfDqO-SlRONlPNBsrkf7xd5lSzAIjt2iUgRJK4AQeSKDDc6uI5rXdfvm2lm/s320/kuburan.jpg

Pada saat engkau mati, janganlah kau bersedih.
Jangan pedulikan jasadmu yang sudah mulai layu,
karena kaum muslimin akan mengurus jasadmu.
Mereka akan melucuti pakaianmu, memandikanmu dan mengkafanimu
lalu membawamu ke tempatmu yang baru, kuburan.
Akan ada banyak orang yang mengantarkan jenazahmu
bahkan mereka akan meninggalkan pekerjaan nya untuk ikut menguburkanmu.
Barang barangmu akan dikemas; kunci kuncimu, kitab, koper, sepatu dan pakaianmu.
Jika keluargamu setuju barang-barang itu akan disedekahkan agar bermnfaat untukmu.
Yakinlah; dunia dan alam semesta tidak akan bersedih dengan kepergianmu.
Ekonomi akan tetap berlangsung!
Posisi pekerjaanmu akan diisi orang lain.
Hartamu menjadi harta halal bagi ahli warismu.
Sedangkan kamu yg akan dihisab dan diperhitungkan dari hartamu!
Kesedihan atasmu ada 3; Orang yg mengenalmu sekilas akan mengatakan, kasihan.
Kawan-kawanmu akan bersedih beberapa jam atau beberapa hari lalu mereka kembali seperti sediakala dan tertawa tawa.
Di rumah ada kesedihan yang mendalam
Keluargamu akan bersedih seminggu dua minggu, sebulan dua bulan, dan mungkin hingga setahun.
Selanjutnya mereka meletakkanmu dalam arsip kenangan. Demikianlah “Kisahmu telah berakhir di tengah-tengah manusia”.
Dan kisahmu yang sesungguhnya baru dimulai, Akhirat
Telah musnah kemuliaan, harta, kesehatan, dan anak
Telah engkau tinggalkan rumah, istana dan istri tercinta.
Kini hidup yg sesungguhnya telah dimulai
Pertanyaannya adalah: Apa persiapanmu untuk kuburmu dan Akhiratmu?
Hakikat ini memerlukan perenungan
Usahakan dengan sungguh-sungguh; menjalankan kewajiban-kewajiban, hal-hal yang disunnahkan, sedekah rahasia, merahasiakan amal shalih, shalat malam
Semoga saja engkau selamat
Andai engkau mengingatkan manusia dengan tulisan ini insya Allah pengaruhnya akan engkau temui dalam timbangan kebaikanmu pada hari Kiamat
“Berilah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat bagi orang orang mukmin.”
 Oleh: Syaikh Ali Thantawi

Sabtu, 27 Januari 2018

Sebuah Pengalaman Hidup

Hai perkenalkan namaku Eno mantan aktivis pacaran, tapi itu dulu jaman aku masih duduk di bangku SMP. Aku memilih untuk pensiun dari dunia hura-hura, sebut saja pacaran meski pun hanya sebatas chat dengan dia atau pun hanya pulang sekolah bersama. Iya, jelas aktivitas itu sangat merugikan jika dilihat dari segi mana pun. Singkat cerita awal hijrah ku di mulai dari kelas 2 SMA, karena pada saat itulah aku mulai belajar agama di pondok pesantren. Dari yang dulunya memakai jilbab pendek bin transparan yang menjadi tebal nan panjang, dari yang urakan bak preman pasar menjadi sosok Putri Solo yang lemah gemulai (meski nggak gitu-gitu juga). Di pondok pesantren banyak sekali pengalaman dan juga ukhuwah yang sudah aku dapatkan. Di sana aku cukup terpandang di kalangan para santriwan atau pun santriwati begitu juga di mata asatidz dan asatidzah. Meski pun begitu, aku pernah melanggar aturan pondok seperti surat-menyurat dengan teman ikhwan yang kebetulan kami berdua satu kelas, tidak dapat dipungkiri ini bisa terjadi karena pondokku dulu meski dipisah namun kegiatan belajar berbarengan dalam satu kelas. Oh, rupanya hijrahku belum benar-benar tuntas. Meski kami tidak berpacaran, tetap itu melanggar aturan pondok mau pun aturan Allah Subhanahu Wata'ala karena ada unsur mendekati zina di dalamnya.

Hari berganti hari, tahun berganti tahun, Tidak terasa telah tiba saatnya penghujung dimana aktifasi untuk tinggal di penjara suci mulai menghitung bulan lagi. ujian sekolah pondok dan sekolah kejuruan (Farmasi) pun mulai diumumkan kapan untuk dilaksanakan. Aku tidak begitu menghawatirkan kedua ujian tersebut, karena dulu aku tergolong rajin belajar meski tidak ada ulangan harian pun. Singkat cerita dalam penantian kelulusan kedua ujian tersebut dengan ditambah ujian praktikum kejuruan Farmasi (UPK) yang biaya ujiannya tidak sedikit, sebut saja 3 juta lebih sekian-sekian. Ternyata aku yang begitu pede dalam menjalankan ujian tersebut bisa dinyatakan gagal. Sontak tangisku pecah sebelum pengumuman kelulusan diumumkan, karena berhasil menangkap kode kata-kata dari kepala sekolah maupun guru pembimbing ujian yang menyatakan aku tidak lulus UPK. Takdir Allah aku mendapat penguji yang cukup killer dan mendapat resep obat yang cukup rumit pembuatannya. Iya, dan akhirnya aku tersadar bahwa kegagalanku dalam ujian UPK yang telah terjadi 4 tahun lalu, bahwa dulu aku sempat merasa sombong walau hanya sekejab. Sombong karena aku pernah mendapat predikat murid tauladan sesekolahan, sombong karena menjadi murid terpandai yang bisa mengajarkan cara pembuatan mau pun perhitungan dalam mata pelajaran Farmasi, sombong karena beasiswa, sombong karena bisa dekat dengan semua guru SMK maupun ustadzah pondok, sombong karena disegani para santriwati. Oh Yaa Illahii Robbi, betapa hinanya diriku ini. Bertambahnya usiaku, aku mencoba sabar atas segala sesuatu yang telah terjadi pada diriku.

Mari pergi meninggalkan segudang kisah di pondokku, niat kuliah ? Sudah kupetakan universitas yang akan aku daftari. Tapi sudah lah lupakan, karena ayahku ingin aku masuk UGM. Iya, UGM tak pernah aku bermimpi untuk kuliah di sana. Salah satu universitas bergengsi di Indonesia, meskipun begitu jika memang ayahku menginginkannya, apa boleh buat. Anggap saja ini salah satu jalan bakti seorang anak kepada ayahnya bukan ?. Ketika itu aku mulai berfikir keras, bagaimana mungkin aku yang dari sekolah swasta tidak terkenal bisa masuk universitas itu. Aku pun memutar pikiran, ah iya.. aku akan berhenti satu tahun guna persiapan tes SBMPTN. Berapa juta sudah uang yang dikeluarkan ayahku untuk biaya bimbel yang cukup terkenal di Indinesia, tidak hanya itu aku pun mengikuti bimbel online. Saban hari aku belajar, menghabiskan berjam-jam di depan laptop dan di tempat bimbel. Dari mulai bangun tidur, aku bangun jam 2 malam untuk memohon pada Rabb-ku atas hajadku, dilanjutkan belajar hingga petang jam 22:00 malam. Aku pun paham akan diriku sendiri yang berambisi dalam hal apa pun, buktinya ketika itu aku menganggap makan, mandi, tidur itu tidak penting hanya karena ingin belajar dan terus belajar. Alhasil tubuhku yang semakin kurus dan kulitku yang semakin putih pucat karena jarang terkina paparan sinar matahari, jika pun keluar rumah hanya sekadar untuk belajar di bimbel dan lebih banyak menghabiskan waktu di depan leptop andalanku untuk menonton video-video pelajaran SMA karena di SMK tidak diajarkan matapelajaran kimia, fisika, matematika, bahasa indonesia, dan juga bahasa inggris secara mendetil sebagaimana diajarkannya kepada murid-murid SMA pada umumnya. Namun apa hasilnya ? Lagi-lagi aku gagal. Aku terdiam cukup lama, sudah lama sekali aku tidak bermedia sosial. Aku tutup akun facebook dan media sosial lainnya, teman-temanku hanya bisa dihubungi via sms ketika itu.

Niat untuk tidak mau kuliah selain di UGM pun ada, namun seribu sayang tekadku untuk menunda kuliah satu tahun lagi dulu sirna karena Ibuku tidak mengijinkan. Ibu menyuruhku untuk langsung mendaftar di salah satu universitas swasta di Solo. H-4 Iedul Fitri aku ke kota Solo seorang diri, baru kali itu aku pergi jauh seorang diri meninggalkan tempat tinggalku, Pekalongan. Air mataku berjatuhan saat Ibuku memaksaku untuk tetap mengambil jurusan Farmasi, ketika itu aku sedang beradi di Bus Trans Solo. Keputusanku untuk mengambil jurusan Pendidikan Matematika sudah bulat. Hari demi hari ku lewati, aku mulai mencoba untuk ikhlas menerima takdir Allah meski pun ini bukan yang aku inginkan. Masuk semester 2, entah mengapa aku yang dulu tidak pernah terfikirkan tentang menikah muda pun tiba-tiba fikiran itu muncul di benakku. Beraninya diriku mengajukan proposal taaruf, padahal ketika itu aku masih berusia belasan tahun, entah dari mana pemikiran itu. Dengan hati yang mantap, aku coba meminta ijin kepada Ibu dan Ayahku untuk menikah muda, namun tidak diijinkan. Oh..  baiklah aku akan menikah di semester 5 nanti, pikirku saat itu. Aku berusaha menyibukan diri dengan mengikuti berbagai berbagai organisasi. Oh iya aku bahagia, meski terkadang belum lupa dengan kampus inceranku dulu. Menjalani kuliah dengan setengah hati, ternyata aku hanya bahagia dengan organisasi yang aku ikuti. Hampir setiap hari berangkat ke kampus pukul 07:00 WIB dan tiba di kosan langit sudah gelap, menghabiskan waktu untuk kuliah, rapat organisasi, dan baca atau pun belajar di perpustakaan kampus. Hingga pada akhir 2015 aku jatuh sakit, 2 minggu lamanya aku tidak mengikuti matakuliah di kelas seperti biasa. Lebih dari 2 penyakit menggerogoti tubuhku kala itu, pikiranku tidak karuan. Sempat berfikiran bahwa usiaku tidak akan lama lagi. Badanku sakit, nafasku sesak, berjalan pun harus dipapah oleh orang lain, bahkan trombositku turun drastis menjadi 30.an juta yang padahal orang normal pada umumnya bisa mencapai 120.an juta. Dalam hatiku berkata, "Yaa Allah jangan ambil nyawaku terlebih dahulu, dosa-dosaku masih banyak dan amal ibadahku masih sedikit", dan hari-hariku diiringi dengan istighfar. Sungguh takut sekali aku pada waktu itu.

Alhamdulillah, Allah mengabulkan doaku. Aku sudah sehat sampai dengan jari-jariku mengetik cerita ini. Masuk semester 4, keinginan untuk menikah muncul kembali. Lagi-lagi aku nekat untuk mengikuti taaruf online di Instagram, meski ada rasa khawatir jikalau nanti ternyata aku mendapati ikhwan abal-abal. Hampir 20.an lebih ikhwan/laki-laki yang mengirim direct message ke akun instagramku, mereka aku arahkan supaya mengirimkan curiculum vitae secara lengkap ke whatsapp atau pun ke emailku. Ada yang serius tapi tidak jarang juga yang hanya modal dusta alias modus, namun kenyataannya belum ada laki-laki yang aku terima. Bukan karena apa-apa, hanya saja belum ada visi dari salah satu mereka yang cocok dengan visiku. Aku memutuskan untuk berhenti dalam pencarian siapa jodohku nanti, aku mulai menghafal quran, maklumlah pondokku dulu program tahfidz tidak begitu berjalan dan aku juga mualai mengikuti kajian islami di dalam kampus mau pun di luar kampus. Aku mulai menikmati kuliah di kampusku dan juga mulai mempersiapkan bekal ilmu sebelum menikah; dari membaca buku-buku islami dan juga menonton kajian di youtube.

Di akhir semester 4 tepat bulan Agustus, Ada laki-laki yang berniat untuk bertukar CV denganku. Ada rasa senang di hati karena pada akhirnya aku menemukan laki-laki yang visi hidupnya sama dengan visi hidupku. Tapi tunggu dulu, sepertinya aku tidak cocok jika nanti bisa menjadi pendamping hidupnya. Ah yahsudah tidak mengapa, dicoba dulu toh ini masih proses pengenalan. Kami taaruf dikoordinatori oleh ustadzahku atau dalam bahasa islaminya murobi. Sebut saja namanya Abdullah, mas Abdullah ini seorang mahasiswa S2 Sastra Arab di salah satu universitas negri di Jogja, dia seorang penghafal Al-quran. Sedari SMP hingga SMA dibesarkan di pondok pesantren dekat dengan kampusku. Tidak diragukan lagi bagaimana bacaan qurannya, karena dalam CV nya tertera bahwa dia pernah menjuarai murotal juz 30 di Masjid Agung Surakarta. Ah.. rasanya aku seperti sedang bermimpi di siang bolong, namun lagi-lagi aku seperti ditampar petir karena ternyata mas Abdullah membatalkan proses taarufku dengannya. Hay Eno.. sudahlah kamu menikah dengan laki-laki yang derajadnya setara denganmu saja, kataku dalam hati, guna untuk menenangkan diriku. Tidak dapat dipungkiri ada rasa sedih dalam hati, sempat aku berdiam diri dalam beberapa hari karena baru kali ini ada laki-laki yang membatalkan proses taaruf denganku. Aku berusaha melupakan mas Abdullah dengan menganggap aku dengan dia tidak pernah bertaaruf, meski pun itu sulit bagiku.

Yang sudah terjadi, biarlah sudah, lagi-lagi aku berusaha bersabar. Beralih dari kisah taarufku dengan mas Abdullah, sering sekali aku mendengarkan ceramah-ceramah di youtube sebelum maupun sesudah aku kenal mas Abdullah. Salah satu ustadz favoritku adalah ustadz Adi Hidayat dan ustadz Hanan Attaki, pada suatu ketika aku mendengarkan ceramah ustadz Hanan, beliau memaparkan sebuah kisah menakjubkan tentang kekuatan 'Istighfar', keajaiban dari Allah yang mempertemukan seorang pembuat roti dengan Imam Ahmad di kota Bashrah. Intinya ketika seseorang memperbanyak istighfar, maka Allah akan kabulkan permintaan seseorang tersebut sebelum ia meminta. Selain itu aku mengamalkan dzikir seperti kalimat "Laa Hawlaa Walaa Quwwataa Illabillaah", tiada daya dan upaya kecuali kekuatan dari Allah subhanahu wata'ala. Dengan harapan seperti Allah mengabulkan doa-doa pembuat roti ketika ingin bertemu dengan Imam Ahmad dan ketika seorang anak dari seorang yang tidak mampu yang ditawan oleh orang-orang musrik, kira-kira sebanyak 200.an juta jika dijadikan mata uang Indonesia.

Di bulan September setelah aku berusaha untuk bisa melupakan mas Abdullah, datanglah laki-laki lain yang lebih mapan dan juga baik agamanya datang meminta bertukar Cv denganku.  Aku sudah utarakan prihal ini kepada kedua orang tuaku, mereka pun setuju jika Januari 2018 nanti laki-laki itu akan datang ke rumahku. Namun hatiku kembali diguncang karena pada bulan November mas Abdullah meminta bertukar Cv denganku untuk kedua kalinya. Saat itu hatiku benar-benar tidak karuan bagaikan anak SMA yang masih labil dalam urusan cinta. Tapi sungguh aku masih ada rasa kecenderungan pada mas Abdullah, dengan keras kepala aku membatalkan proses Nadzor dengan laki-laki mapan itu. Menuju ke proses Nadzorku bersama mas Abdullah, ternyata ayah mas Abdullah tidak menyetujui taarufanku dengan anaknya. Hanya karena Ibu dan Ayahku bekerja berjauhan, ibuku berjualan di pekalongan dan Ayahku bekerja merantau di Bogor. "Alasan macam apa ini ?, sama sekali tidak syar'i." Ah sudahlah mungkin ini sudah jalan-Nya, hingga akhirnya kesedihanku hadir kembali. Hampir satu minggu entah mengapa lidahku enggan merasakan masakan yang biasa enak kumakan, tangisku pecah dalam tahajjud malamku. Satu bulan kemudian, Allah mempertemukanku dengan Ibu dari mas Abdullah di masjid yang biasa aku pengajian. Setelah beliau tau bahwa aku adalah orang yang pernah bertaaruf dengan anaknya, tak sungkan-sungkan beliau langsung memelukku dan menyampaikan sedikit kata-kata yang membuatku lebih 'legowo'. "Memang suami saya tidak menyetujui kamu dengan Abdullah anak saya nduk, tapi kita ndak pernah tau bagaimana takdir Allah ke depannya. Mungkin sekarang kamu dengan anak saya belum berjodoh, tapi nggak tau di masa mendatang kan nduk ?", jelas ibu mas Abdullah.

Setelah kejadian itu hari-hariku aku sibukan dengan menghafalkan Al-quran, kuliah, organisasi, kuliah, ikut kajian, baca buku, dan belajar menulis karena dengan itulah aku bisa lebih tenang dan lupa dengan mas Abdullah. Pada akhirnya sampai dengan saat ini aku masih bertahan dan berusaha untuk menetralkan perasaan hingga tidak memikirkan prihal menikah, selain itu aku juga memperbanyak ukhuwah dalam komunitas dakwah di luar kampus, Alhamdulillah ada banyak ibroh yang aku dapati dalam kejadian ini yang salah satunya adalah bisa lebih dekat dengan Allah SWT.


Kamis, 25 Januari 2018

Alunan Doaku


Maafkan aku yg sering meminjam namamu, tanpa sepengetahuanmu Setiap malam sebelum datang fajar, Aku datang seorang diri, memulai dengan membasuh wajah hingga kedua kaki dengan air suci nan dingin, Kantuk pun berlarian menjauh pergi..

Kubentangkan kain indah di dalam mihrab yg sering aku singgahi, Saat itulah aku mulai berbincang-bincang dengan Rabb-ku,

Dialog batin, Alat yang kupakai karena aku pun tak punya telepati Iya, dengan alat itulah aku bisa dengan leluasa menyampaikan keluh kesah termasuk membincangkan namamu..

Dengan lirih tak terdengar,  Dengan bisik merdu, Ku sebut namamu. Sekali lagi, maafkan aku.. Aku yang terlihat tak perduli, Namun masih merintih memohonkan namamu atas inginku Hanya kepada Sang Pemilik Hatilah aku memohon dan meminta. Perkenalkan, akulah pemburu cinta di sujud panjang dalam malam yang sunyi.

 

Belum Lupa

Gemercik suara hujan yang indah
Aliran sungai niel yg merdu
Aku suka suara-suara alunan alam
Suara yang bisa membuatku meresa tentram
Tapi hanya sesaat

Jangan kau fikir aku sudah bisa melupakan, 
Entah ramuan apalagi yang harus kuminum.
Agar goresan ini cepat pulih seperti sediakala.
Aku sudah melakukan serangkaian ritual untuk bisa melupakan, namun semesta tidak berpihak padaku.
Kekuatan doaku yg cukup tajam namun tidak dengan kisah ini.

Sering aku termenung dengan keadaanku sekarang,
Aku berfikir apakah ini hanya sesaat atau akan terus berlanjut sampai aku benar-benar bisa menjadi manusia yg sabar.


Namun yang bisa kuyakini, 
Akan ada surprise indah dari tuhanku setelah epesode ini.
Kuharap semoga juga dengan episode kisahmu..

Masih Tertutup Rapat



Seekor keong punya cangkang,
Seekor landak punya duri,
Seekor kura-kura punya tempurung,
Begitu juga hati, bukankah hati juga memiliki sebuah penutup sebagaimana dengan keong, landak, dan juga kura-kura ?

Sebagaimana detik ini aku masih ingin menutup hati
Bukan karena trauma akan kisah yang pernah kurasa
Bukan juga karena takut jatuh untuk kedua kalinya
Kubiarkan detikku berlalu dengan jalan pikiranku
Terkadang masih terlintas dengan jelas akan kisah masa laluku denganmu

Kau tahu apa yang membuat kubertahan dengan tertutupnya hatiku ?
Iya, aku belum bisa menemukan sosok indah seperti dirimu..
Sulit sekali bagiku untuk bisa mencocokan hatiku dengan hati yang lainnya..
Kata-kata ibumu yang menjadikanku percaya diri dalam doa..
Ah, aku sungguh iri memiliki ibu seperti ibumu.

Jika nanti semesta berpihak padaku, untuk bisa memiliku ibu seperti ibumu.
Tak akan aku sia-siakan dirinya..
Sebagaimana aku tidak pernah menyia-nyiakan ibu kandungku..

Kau mengerti itu ?

#Puisi

Sabtu, 06 Januari 2018

Surat Untuk Bapak

Dear bapak tersayang,
doa-doaku selalu ada untukmu. maafkan anakmu ya, pak. yang masih sering membebanimu sampai saat ini.
pak, aku sedih ketika mendengar suara batukmu,
aku sedih melihat garis-garis keriput di wajahmu..
aku tidak pernah bercita-cita untuk jauh darimu, pak.
aku ingin seperti dulu, ketika aku masih duduk di sekolah dasar sepulang sekolah aku masih bisa menatap wajah bapak dan ibu, tapi aku sadar itu semua tidak akan mungkin. karna bapak harus mencari rizki di kampung orang demi menyekolahkanku dan juga adik2ku.

Bapakku yang kuat, sabar dan tegar...
aku tidak pernah melihat bapak menangis, meski aku tau ada banyak episode kehidupan yang menurutku sangat wajar jika bapak menangis.
aku masih ingat ketika bapak kecelakaan saat menuju ke tanah perantauan. ketahuilah pak, aku bersama tiara menangis bersamaan ketika membaca pesan singkat dari kantor polisi.
pak ketahuilah, aku menangis sejadi-jadinya ketika tau bapak di sana sendirian tidak ada yang membantu bekerja bahkan hanya sekedar memasak untuk bapak. tapi aku sekarang senang dan lega karena di sana sudah ada ibu yang siap siaga membantu bapak.
pak jaga kesehatanmu ya pak, aku tidak ingin melihat bapak sakit lagi.

Pak, aku tidak ingin berpisah denganmu..
pak aku tidak ingin hanya bisa berkumpul dengan bapak, ibu, adik, dan saudara2 lainnya di dunia saja, aku ingin kita berkumpul di Surga Allah nanti, pak.
pak sekarang ini aku sedang belajar menghafal Al-quran. karena dengan menghafalkannya, aku bisa mengajak 10 orang dari keluarga kita untuk bisa tinggal di Surga. Insyaa Allah begitu kata Sabda Rasulullah.
Pak doakan anakmu ya, agar bisa menjadi anak yg bermanfaat bagi orang banyak dan sukses dunia-akhirat.
pak sebenarnya aku malu mengirimkan kata-kata ini di beranda facebook bapak. wkwk
pak jangan lupa shalat tepat waktu dan tilawah Qur'an ya pak.. 

Membangun Barikade

Darah muda, darahnya para remaja begitu kata Bang Rhoma. pemuda itu biasanya dikenal karna ambisinya yang besar, absorbsinya yang tinggi, d...