Selasa, 13 Maret 2018

TIPS MENGHAFAL AL-QUR’AN DARI UST. DEDEN MAKHYARUDDIN ALHAFIDZH


Segala puji bagi Allah, Azza wa jalla, yang telah menurunkan AlQur’an sebagai tanda cinta untuk semesta alam. Dengannya Allah menunjukkan hati manusia pada jalan keimanan. Maka adakah hati kita menyambut cinta yang Allah turunkan dari langit untuk bumi itu?
Jika engkau bertanya untuk apa hati(Qalbun) itu diciptakan? maka jawabannya adalah untuk menyimpan asma Allah dan menyimpan ayat-ayat Al-Qur’an. 
Berikut ini Tips Menghafal Al-Qur’an oleh Ustadz Deden Makhyaruddin Al hafidzh untuk memudahkan kita dalam menghafal Al-Qur’an:
1. Menghafal itu tidak harus hafal, yang penting menghafal
       Maksudnya niatkan menghafal sebagai sarana meraih ridho dari Allah agar bagaimana caranya Allah cinta dengan kita melalui kegiatan menghafal Al-Qur’an itu. Alokasikan waktu khusus untuk menghafal, jika ternyata belum hafal dalam waktu yang ditentukan tidak masalah, yang penting tetap istiqomah dalam usaha menghafal. Misalnya dengan mengalokasikan waktu khusus satu jam setiap hari untuk menghafal.  
2. Menghafal itu bukan untuk diburu-buru, juga bukan untuk ditunda-tunda
      Nikmati setiap proses menghafal. Jangan terburu-buru tetapi juga jangan ditunda-tunda. Syarat menghafal tidak harus muda, sebagaimana syarat mati tidak harus tua.
3. Menghafal Al-Qur’an bukan untuk khatam
      Jadikan kegiatan menghafal Al-Qur’an sebagai sarana untuk lebih dekat dengan Allah. Jangan menghafal untuk sekedar mengejar khatam, tetapi niatkan untuk hidup setia bersama Al-Qur’an.
4. Senang dirindukan oleh ayat
      Seharusnya orang yang menghafal qur’an lebih banyak bersyukur. Karena segala sesuatu yang terjadi ketika menghafal Al-Qur’an adalah nikmat. Sebagai contoh ketika sulit sekali menghafal suatu ayat atau surat, maka seharusnya bersyukur itu tanda ayat atau surat tersebut betul-betul kangen dengan kita sehingga ia ingin kita terus mengulanginya sampai benar-benar hafal.
5. Menghafal sesuap-sesuap
       Kapasitas orang dalam menghafal tentu berbeda-beda. Agar menghafal tidak cepat lelah dan tidak cepat bosan pastikan ukurannya sesuai dengan kapasitas diri. Misal dengan mengukur kekuatan daya ingat sekali membaca atau melihat ayat. Ada yang lebih nyaman jika menghafal setengah baris atau beberapa kata dalam sekali comot. Tapi ada juga yang lebih atu kurang dari itu. Yang penting sesuaikan dengan kapasitas diri.
6. Fokus pada perbedaan, abaikan persamaan
        Ada banyak ayat dalam Al-Qur’an yang merupakan perulangan. Ada yang benar-benar sama kalimatnya. Ada yang sama tapi berbeda di ujung ayatnya. Nah untuk yang mirip-mirip atau sama fokuskan ada perbedaan yang ada pada ayat tersebut ketika menghafal. Semisal dengan fokus potongan kata(mufrodat) pada ayat sebelum atau ayat lanjutan dari ayat tersebut.
7.  Mengutamakan durasi untuk muroja’ah(mengulang hafalan)
         Utamakan muroja’ah, bagian ternikmat menghafal AL-Qur’an ada pada bagian muroja’ahnya.
8.  Pastikan hafalannya sudah bertajwid
         Maksudnya pastikan bacaan Al-Qur’annya sudah benar dan memenuhi kaidah tajwid yang baik. Banyak orang melewatkan hal ini dan menganggap cara ini justru akan memakan waktu lebih lama untuk menghafal. Padahal justru hafalan yang sudah bertajwid akan mempercepat proses menghafal Al-Qur’an itu sendiri.

Masjid Al-Falah Surabaya
(via andinavika)

Self Reminder

Cukuplah satu ayat yang terlupa dari hafalan yang ada sebagai teguran keras dari Allah pada diri seorang penghafal Al-Qur’an. Teringat akan wejangan ustadz bahwa Al-Qur’an itu suci dan hanya mau melekat di hati orang-orang yang suci (selalu berusaha menjaga kesucian diri dari dosa dan kesalahan). Al-Qur’an itu sensitif dan sangat cemburu ketika ia tak lagi jadi prioritas dan tidak dijaga dengan baik.
Hafalan yang benar-benar lancar tanpa cacat akan sangat terasa nikmatnya ketika kegiatan muraja’ah atau mengulang hafalan. Lalu bagaimana seandainya yang terlupa tidak hanya satu atau dua ayat, tapi satu atau dua juz bahkan lebih? Seakan-akan hafalan tersebut hilang visualisasinya dalam memori saat lisan tak lagi bisa melantunkannya secara refleks. 
Cukuplah itu sebagai tanda bahwa ada yang salah dengan perilaku kita, ada yang salah dari manajemen waktu dan kesibukan, ada malam yang mungkin sering terlewatkan dari kegiatan menjaga Al-Qur’an, ada hati yang sering terlenakan, ada frekuensi muraja’ah dan tilawah yang tak berimbang, dan mungkin ada dosa dan kesalahan yang dilakukan. Evaluasi diri dan segera lakukan perbaikan bagaimanapun caranya agar Allah mengembalikan lagi kepercayaanNya pada diri kita.

Karena menghafal adalah sebuah proses perjuangan, ia tidak mungkin bisa diperjuangkan dengan ala kadarnya. Kenapa berjuang itu manis? Karena ada niat yang harus senantiasa diluruskan dan diperbarui, ada pengorbanan yang harus terus dilakukan, juga ada cinta yang selalu meminta untuk dibuktikan.
Ya Allah jika nanti telah habis masa kami di dunia ini, ingin rasanya diri ini engkau panggil dalam kondisi husnul khatimah, dengan simpanan ayat-ayat Al-Qur’an yang sempurna, teramalkan, lagi terjaga dengan baik.


Self reminder
©Quraners 

Selasa, 06 Maret 2018

Hati-Hati Lisanmu Kawan

Saudariku
Jangan sibuk memaksakan kehendakmu
Pilih yang kanan maupun yang kiri dalam memakai jas dokter
Tetaplah mereka saudaramu sesama muslim
Mungkin engkau menghukumi cadar itu wajib atau sunnah
Namun bisa jadi saudaramu mengikuti yang mubah
Mungkin engkau mengikuti hukum musik haram
Tapi jika saudaramu mengikuti yang makruh atau yang mubah
Maka jangan kau paksakan pendapatmu
Mungkin engkau mengikuti hukum foto itu haram
Maka jangan kau paksakan saudaramu yang mengikuti makruh atau mubah
Dakwah itu tidak sebatas
Koar-koar musik haram dan upload foto haram
Lalu kau paksakan saudaramu yang berbeda
Agama itu juga tentang akhlaq dan adab
Dan dakwah pun ada ilmu dan juga tahapannya
Dakwah juga tak bisa terburu-buru
Dengan cara memberondong saudaramu dengan dalil
Menjejali saudarimu dengan puluhan fatwa pilihanmu
Kemudian mencaci, mencela, menghibah dan memboikot saudaramu
Hanya karena beda pendapat dengan dirimu
Setiap kita punya pilihan hidup yang berbeda
Karena latar belakang yang berbeda pula
Dan keadaan hidup yang tidak sama diantara kita
Mengapa dan untuk apa kalian memaksa mati-matian
Hingga terjerumus dalam penghinaan hanya karena beda pendapat
Ada yang salah dengan hatimu wahai saudaraku
Jika memang karena agama Allah
Maka caramu memaksa adalah salah
Allah saja menyatakan tidak ada paksaan dalam beragama
Lalu mengapa kalian sibuk mengganggu orang lain
Hanya karena ingin memaksakan pendapat yang kalian anut
Lihatlah disana masih banyak kaum lemah yang bisa kau tolong
Itu juga bisa jadi dakwah bil haal
Masih banyak yang tidak makan dan sakit parah
Datanglah dengan hartamu... Itu juga dakwah bil maal
Dakwah bukan dengan lisan keji dan mencaci maki
Merawat, menyantuni mereka yang lemah itu juga bagian dakwah agar mereka kembali beriman dan beribadah kepada Rabbunaa
Bersabar merangkul dan mendoakan mereka yang tertatih dan jatuh bangun dalam berhijrah itu juga bagian dakwah
Marilah berdakwah dengan ilmu, penuh hikmah dan welas asih
Sabarlah dalam dakwah
Penuh cintalah dalam dakwah



dr. Ferihana Ummu Sulaym @dokterhana
Mudarrisah di Madrosah Uwais Al Qarniy
Belajar Bahasa Arab Gratis Yogyakarta
Rumah Sehat Muslim dan Dhuafa Yogyakarta




Membangun Barikade

Darah muda, darahnya para remaja begitu kata Bang Rhoma. pemuda itu biasanya dikenal karna ambisinya yang besar, absorbsinya yang tinggi, d...