Kamis, 25 Januari 2018

Masih Tertutup Rapat



Seekor keong punya cangkang,
Seekor landak punya duri,
Seekor kura-kura punya tempurung,
Begitu juga hati, bukankah hati juga memiliki sebuah penutup sebagaimana dengan keong, landak, dan juga kura-kura ?

Sebagaimana detik ini aku masih ingin menutup hati
Bukan karena trauma akan kisah yang pernah kurasa
Bukan juga karena takut jatuh untuk kedua kalinya
Kubiarkan detikku berlalu dengan jalan pikiranku
Terkadang masih terlintas dengan jelas akan kisah masa laluku denganmu

Kau tahu apa yang membuat kubertahan dengan tertutupnya hatiku ?
Iya, aku belum bisa menemukan sosok indah seperti dirimu..
Sulit sekali bagiku untuk bisa mencocokan hatiku dengan hati yang lainnya..
Kata-kata ibumu yang menjadikanku percaya diri dalam doa..
Ah, aku sungguh iri memiliki ibu seperti ibumu.

Jika nanti semesta berpihak padaku, untuk bisa memiliku ibu seperti ibumu.
Tak akan aku sia-siakan dirinya..
Sebagaimana aku tidak pernah menyia-nyiakan ibu kandungku..

Kau mengerti itu ?

#Puisi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Membangun Barikade

Darah muda, darahnya para remaja begitu kata Bang Rhoma. pemuda itu biasanya dikenal karna ambisinya yang besar, absorbsinya yang tinggi, d...