Kamis, 25 Januari 2018

Alunan Doaku


Maafkan aku yg sering meminjam namamu, tanpa sepengetahuanmu Setiap malam sebelum datang fajar, Aku datang seorang diri, memulai dengan membasuh wajah hingga kedua kaki dengan air suci nan dingin, Kantuk pun berlarian menjauh pergi..

Kubentangkan kain indah di dalam mihrab yg sering aku singgahi, Saat itulah aku mulai berbincang-bincang dengan Rabb-ku,

Dialog batin, Alat yang kupakai karena aku pun tak punya telepati Iya, dengan alat itulah aku bisa dengan leluasa menyampaikan keluh kesah termasuk membincangkan namamu..

Dengan lirih tak terdengar,  Dengan bisik merdu, Ku sebut namamu. Sekali lagi, maafkan aku.. Aku yang terlihat tak perduli, Namun masih merintih memohonkan namamu atas inginku Hanya kepada Sang Pemilik Hatilah aku memohon dan meminta. Perkenalkan, akulah pemburu cinta di sujud panjang dalam malam yang sunyi.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Membangun Barikade

Darah muda, darahnya para remaja begitu kata Bang Rhoma. pemuda itu biasanya dikenal karna ambisinya yang besar, absorbsinya yang tinggi, d...